Share this Article now on :
Ini adalah sebuah kisah yang penuh hikmah, tentang pentingnya bersikap dan berucap jujur. Kejujuran akan memberikan konsekuensi baik yang baik maupun yang ‘buruk.’ Kisah antara seorang raja yang sakti bersama seorang rakyat jelata yang berprofesi sebagai penebang kayu. Ada banyak pelajaran terutama tentang kejujuran yang bisa kita tangkap dalam cerita atau kisah hikmah berikut ini, selengkapnya silahkan simak ceritanya berikut ini! Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu.
Ketika ia mulai menangis, Raja yang sakti menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?”
Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas.
“Inikah kapakmu?” Raja bertanya.
“Bukan,” si penebang kayu menjawab.
Raja masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. “Inikah kapakmu?” Raja bertanya lagi.
“Bukan,” si penebang kayu menjawab.
Sekali lagi Raja masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. “Inikah kapakmu?” Raja bertanya.
“Ya!” jawab si penebang kayu.
Raja sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.
Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. Ketika ia mulai menangis, Raja menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?”
Si penebang kayu menjawab bahwa istrinya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Raja masuk ke dalam air dan muncul dengan Cleopatra. “Inikah istrimu?” Raja bertanya.
“Ya!” si penebang kayu menjawab, cepat.
Mendengar itu, Raja menjadi sangat marah. “Kamu berbuat curang! Aku akan mengutukmu!” tegur Raja.
Si penebang kayu segera menjawab, “Maafkan saya, ya Raja. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata ‘Bukan’ pada Clopatra, Engkau pasti akan muncul kembali dengan Ratu Interniti. Kalau saya juga berkata ‘Bukan’ kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya, dan saya akan berkata ‘Ya’. Kemudian Engkau pasti akan memberikan ketiganya kepada saya. Raja, saya adalah orang miskin. Saya tidak akan mampu menghidupi mereka bertiga. Itu sebabnya saya menjawab ‘Ya’.”
Anda sedang membaca artikel tentang Hikmah Kejujuran dan anda bisa menemukan artikel Hikmah Kejujuran ini dengan url http://cakrawalaclub.blogspot.com/2012/04/hikmah-kejujuran.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Hikmah Kejujuran ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Hikmah Kejujuran sebagai sumbernya.Dan baca juga Privacy Policy DeeJayHan-Blog dengan url http://deejayhan.blogspot.com/2011/11/shell-collection.html.
Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 99480 Orang